KABID PENDAFTARAN PENDUDUK CIMAHI TIDAK BECUS KERJA NGOMONG ASAL BUNYI

 

Cimahi.perak online Kepala bidang pendataan dan pendaftaran penduduk pada dinas kependudukan kota cimahi, Ade Hidasyah dinilai tidak mampu kerja,dan ngomong semaunya tanpa berpikir panjang,hal ini diungkapkan oleh sebuah sumber (sebut saja Susi,bukan nama sebenarnya) kepada perak,

berawal pada hari selasa tanggal 13 april 2021, sumber yang didampingi perak mendatangi kantor dinas kependudukan dan catatan sipil kota cimahi.

Untuk memohon arahan dan bantuan untuk bisa mengatasi masalah yang tengah dihadapi, yaitu ingin bisa pindah dari kota tasikmalaya kekota cimahi  yang juga tempat tinggal orang tuanya.

Karena kondisi sumber yang tengah mengalami krisis rumah tangga, yang dinilainya sudah sangat sulit dipertahankan untuk bisa utuh kembali, sementara sumber akan mengajukan gugatan cerai,namun terkendala dengan perekonomian, sumber yang juga seorang ibu,beserta 3 orang anaknya sudah kurang lebih enam bulan tinggal disalah satu rw dikelurahan cigugur tengah kota  cimahi.

dirumah orangtuanya. Melihat kondisi ketiga orang anaknya, yang mana anak anaknya masih usia sekolah, dan sumber tidak bisa melihat anak anaknya putus sekolah akibat bahtera rumah tangga yang sudah sangat sulit dipertahankan, untuk itu sumber berkeinginan untuk menetap di rumah orang tuanya di cimahi, dan sumberpun berkeinginanuntuk bisa tetap mendampingi anak anaknya dan menyekolahkannya.

Untuk itu  sumber mengambil  langkah untuk pindah kekota cimahi. Namun sumber terkendala dengan administrasi kependudukan yang mana kartu keluarganya masih bergabung dengan suaminya, sementara untuk meminta pernyataan suami untuk dapat berpisah kartu keluarganya tidak bisa, walaupun diduga sudah ada perempuan lainpun suami sumber  tidak mau menggugat cerai, sementara sumber ingin menggugat  cerai terkendala di finansial,karena sumber  selama enam bulan berada dicimahi harus banting tulang menafkahi ketiga anaknya yang sudah tidak pernah lagi dinafkahi oleh suami sumber.

Didinas kependudukan kota cimahi, sumber bersama perak mendatangi bidang  pendataan dan pendaftaran penduduk, disana sumber dan perak ditemui oleh beberapa orang staf di bidang tersebut, menurut salah seorang staf tersebut  ke pakasie saja ,kebetulan pa kasie lagi kekamar mandi, sumber dan perakpun menunggu, namun karena terasa agak cukup lama, sumber dan perak, pamit

Dan akhirnya sumber dan perak mendatangi ruangan kepala dinas kependudukan dan catatan sipil, sumber dan perak ditemui oleh kepala dinas Dra Ipah Latipah M.Si. menurut Ipah sesudah sumber mengemukakan persoalanya, kita akan coba bantu, sebentar saya panggil pa sekdis dulu,tak lama pa sekdis,Drs,Dodi Mulyohadi pun datang, setelah tau permasalahanya sekdis keluar ruangan dan tak lama kembali dengan membawa  lembaran kertas,yang ternyata surat dari pemerintah pusat untuk dinas kependudukan kota cimahi, dan seluruh dinas kependudukan kota kabubapten seluruh indonesia, yang mana dalam isi surat tersebut menerangkan bahwa hak seseorang( hak individu, yang menyangkut hak asasi) untuk bisa tinggal dimanapun diseluruh wilayah indonesia, lebih jelas sekdis menerangkan bahwa , sumber bisa mengajukan pindah tanpa harus ada pernyataan dari suami,atau siapapun karena itu adalah hak individu,yang menyangkut hak asasi, belum lama saya merapatkan hal ini,Dengan bidang, ungkap sekdis Dodi kepada sumber dan perak, bahkan sekdis Dodipun sangat ingin membantu untuk kepindahan dari tasik ,tanpa sumber ketasik utk mengatasi membantu masalah finansial,ibu buat saja pernyataan  diatas meterai,mengajukan kepindahan,akan kami bantu dengan melakukan komunikasi antar lembaga, yaitu dinas kependudukan kota cimahi,akan mengirim bisa via elektronik,email ke dinas kependudukan  tasikmalaya, dan yang nanti memutuskan adalah dinas kependudukan tasikmalaya,  nanti saya bimbing untuk membuat pernyaan tersebut, saya minta copian kartu keluarganya, ungkap Dodi kepada sumber dan perak, Dodipun meminta izin untuk membawa sumber keruangan lain untuk dibantu membuat pernyataan pindah atas keiginan sendiri,  namun sementara itu,perak masih diruangan kepaladinas, rupanya sumber dipanggil oleh kabid pendataan dan pendaftaran penduduk Ade Hidasyah,  menurut  ade kepada sumber,  bahwa kondisi sumber yang seperti itu  tidak bisa untuk pindah ke cimahi, harus ada akte cerai,kalau ga pernyataan suami, dan harus datang kedinas catatan sipil cimahi bersama suami.hal ini diunkapkan sumber  kepada perak saat bertemu dipintu keluar ruangan disdukcapil, sumber juga menambahkan  ibu kabid kayaknya ga paham aturan, ga bisa kerja, tadi pa sekdis dan bu kadis bilang bisa, tapi bu kabid ga bisa, padahal jelas tadi ada disurat dari pemerintah pusat bilang bahwa bisa,pindah tanpa ada surat cerai, atau pernyataan izin suami,karena itu hak individu, hak asasi seseorang,tapi kabid bilang, gabisa , bagaimana masyarakat bisa memahami aturan, sementara didinas kependudukan saja antara kadis, sekdis, berbeda pemahaman tentang aturan ini, apalagi masyrakat,  saya mah males ribut pa, biarin aja,hanya yang jelas, bahwa kabid ga bisa kerja ngomong seenaknya, asal enak dianya, padahal tadi kita tadi mendengar bahwa pa sekdis belum lama merapatkan hal ini dengan bidang, tapi kabid tetap gagal paham,  kalau saya walikotanya,saya dah ga banyak ngomong, ganti kabid yang  ga paham kerja, ga paham aturan,kayak yang bener bicara soal aturan,tapi ga paham, justru saya percaya, ke pa sekdis dan bukadis menanggapi masalah ini, karena tadi kita sama sama tau, ada aturan yang menerangkan bisa pindah, atas permintaan sendiri, bahkan lembaran aturan tersebut  tadinya mau dikasih juga copiannya,  karena itu hak individu, saya  mengucapkan banyak terimakasih untuk ibu kadis, pa sekdis yang menerangkan aturan tentang hal ini, dengan jelas dan saya jadi mengerti pungkas sumber kepada perak( cimahi 13 april 2021 , Harold)

Lebih baru Lebih lama